Setelah Shin Ji pergi dengan helikopter tersebut. Dr.Kang Mo Yeon hanya mampu melihatinya dari atap gedung hingga akhirnya helikopter itu tidak terlihat. Kemudian datanglah Sunbae doktornya yang memang sedang ingin ke atap gedung untuk merokok. Dokter itu bertanya apa yang dilakukan Dr. Kang Mo Yeon disana. Dr.Kang Mo Yeon masih saja melihat ke langit membuat Sunbae bertanya apa yang kau lihat? Sambil ikut melihat keatas.
“Sunbae. Jika kau tentara sedang melakukan tugas. Apa kau akan dijemput dengan helikopter dan tertembak oleh senjata?”tanya Dr.Kang Mo Yeon dengan nada datar.
“tidak ada pria wamil tertembak senjata begitu. Kita hanya sering tertembak oleh air hujan dan salju. Bahkan setelah itu kami harus membersihkan sisanya lagi.” Jawab Sunbae.
“iyakan? Lalu tentara seperti apa dia hingga bisa terbang seperti itu?”tanya Mo Yeon tidak semangat. Sunbae menjawabnya dengan tidak serius sambil memperagakan tangannya yang mengepak-ngepak seperti ayam. Pria itu terbang? Kabur atau terbang? Dia pasti punya alsan sendiri.
Mendengar perkatan sunbae, Mo Yeon jadi tersenyum lega.
—– || —–
Shin Ji akhirnya sampai di perbatasan Afganistan – Pakistan, Camp perdamaian pasukan PBB. Yang langsung diadakan rapat antar sesama tentara dari berbagai negara. Seorang bule memimpin rapat dan meberikan informasi tentang 2 pekerja PBB yang aktif di wilayah Gandamark dan diculik di Taliban. Kemudian mereka memulai diskusi tentang stategi menyelamatkan 2 sandera tersebut. Satu tim akan masuk dari timur laut dan yang lainnya masuk dari tenggara.
Setelah itu operasi memasukki gedungpun dimulai. Semua tentara masuk satu persatu dan menyusuri ruangan dan berkata “Clear” ketika keadaan aman. Tim gegana mempunyai waktu 90 detik untuk menyelamatkan sandera. Tim Alpha yang masuk dari arah berbeda menyusri tiap ruangan hingga ada salah satu tim yang maju tanpa melihat-lihat kalau ada jebakan tali dibawah. “Antue….!! (tidak…!!)” teriak Shin ji mencoba menghentikan tentara tersebut.
“Duarrr…!” suara ledakan. terlambat. tentara itu sudah kesandung tali tersebut. Asap mengebul dan kardus-kardus yang bertumpukan pada berjatuhan.
Misi gagal. Semua pasukan kita “mati…”. Kata Shin Ji kesal dan melepaskan helmnya.
“ini adalah Booby Trap (bom tiruan). Kita harus kembali” Teriak Da Yeong dengan keras sambil melihat timnya yang ceroboh tadi dengan kesal. Namun tiba tiba ada pisau yang terbang menuju Shin Ji dan tertancap di sampingnya.
Ternyata pisau itu dilempar oleh tim Delta yang masuk dari arah berbeda yang kemudian marah – marah dan menyuruh para pramuka Korea pulang ke rumah saja dan latian dengan ibunya. [what…?? team Alpha yang hebat dikatai pramuka? Belum tau saja para bule itu]. Kemudian para tentara bule itu tertawa.”wkwkwkkwwwk…..”
Ternyata ini adalah sesi latihan sebelum menyelamatkan sandera yang sesungguhnya
Shin Ji segera menarik pisau tersebut. “hah,, aku tak bisa meaafkannya”. Langsung saja Shin Ji melempar balik pisau itu dan mengenai bawah selangkangan tentara itu. Tentara itu langsung marah dan maju untuk menyerang, Shin Ji pun tidak kalah dengan melepas atributnya dan maju. Merekapun terlibat adu saling pukul.
Bule itu mendapatkan kursi dan mencoba mengenai Shi Ji namun berhasil dihindarinya. Teman satu tim Shin ji kawatir kalau dia mungkin saja bisa terbunuh nanti, dan akan maju namun di hentikan Da Young.
Kemudian Da Yung berkata“pilihanya hanya ada terbunuh atau membunuh. Saat dua pasukan khusus bertemu dalam operasi gabungan. Disini kedua tim harus bertarung untuk melihat apakah tim satu dapat dipercaya. Ini bukan lagi latihan tapi pertempuran yang sebenarnya”
Pertarungan menjadi sangat sengit. Si Bule mendapat sekop dan berusaha memukul Shin Ji, Hingga Shin Ji berada di atas kepala bule untuk menguncinya namun gagal juga. Mereka sudah babak belur satu sama lain. Pasukan lain datang dan melerai mereka dengan cara mengacungkan senjata pada mereka yang sudah sampai tahap cekik cekikan.
“kapten pasukan Delta, Black Bull. (melihat ke Bule) Kapten 707, Big Bos(melihat ke Shin Ji)” kata tetua (letnan)
Shin ji dan Black Bull kemudian menjawab “Siap, Pak.!!”. “istirahat sudah selesai. Kembali bekerja sekarang. Apa ada yang punya masalah?”Teriak Letnan tersebut. Kemudian mereka berdua saling lirik dan meberi jawaban bersamaan dengan lantang “No.Sir…!!”
—- | | —-
Sementara itu Dr.Kang Mo Yeon tengan sudab selesai untuk interview yang ke dua demi mendapat gelar profesor dan berada di toilet dengan temannya. Dia merasa gugup saat interview, berbeda dengan yang pertama kali interview dia tidak gugup. Temannya mencoba menenangkanya dan berkata jangan kawatir, kamu pasti lulus… kau tidak mungkin gagal 3 kali.
“Benarkan? Kepala bilang nilai presentasiku adalah yang terbaik” kata Mo Yeon mencoba menenangkan diri. Kemudian masuklah Kim Tan yang berdandan dengan rapi dan cantik membuat mereka bertanya apa dia akan ada blind-date?. Dengan santai dia menjawab kalau dia baru saja interview setelah Mo Yeon interview. Temannya merasa tidak percaya kalau dia interview juga.
Kim Tan mencoba basa basi menanyakan bagaimana pertanyaan interview Mo Yeon apakah sedikit. Dengan gayanya Mo Yeon membalikan pertanyaannya dan berkata jadi benar pertanyaanmu sedikit?, sedikit karena tau kau tidak bisa jawab. Kim Tan balik membalas dengan mengatakan “atau memang dia tak memerlukan pertanyaan?”. Kim Tan segera minta undur diri karena akan ada operasi nanti.hufh..
Merasa tidak percaya temanya tanya ke Mo Yeon.”dia interview untuk posisi profesor kan? Ujian spesialis bedahnya saja sudah 3 kali gagal.”. “4 kali….” tambah Mo Yeon. Mungkin karena kekuatan orang dalam tambah Mo Yeon lagi
Di dalam ruang operasi para suster dan dokter tengah siap siap untuk mengoperasi pasien. Tiba-tiba Kim Tan masuk dan berlagak seperti ketua operasi. Mo Yeon segera menegurnya kalau dia tidak mengingat dimana ruang operasi untuk dia, ini adalah ruang operasi untuk Prof.Park.
Kim Tan lalu menjawab kalau Prof.Park berubah pikiran dan dialah yang melakukan operasi bedah kali ini sedang Mo Yeon adalah asistennya. Mendengar hal itu suster yang lain melihatnya tanpa tau harus bagaimana.
Operasipun dimulai. Sambil mebedah tubuh pasien mereka ngobrol tentang laporan presentasi. Tiba tiba detak jantung pasien meningkat. “kau menyentuh apa? Apa yang kau lakukan?”tanya Mo Yeon. Kemudian darah muncrat dari dalam tabung.
ditempat lain sedang terjadi operasi juga. namun ini adalah operasi penyelamatan sandera.
Situasi menegangkanpun tak kalah terjadi di tempat operasi penyelamatan sandera. Semua awak kru bersenjata bersiap masuk ke gedung dan menemukan sebuah mesin kabel, seperti sebuah bom.
Diruang operasi Mo Yeon mencoba mendeteksi dan mengatakan kalau pasien mengalami Tension Pneumotoraks (akumulasi udara di dalam rongga pleura) dan harus segera melakukan dekompresi dan meminta jarum jahit 14. Merasa tugasnya di ambil alih, Kim Tan langsung mengatakn kalau dia ahli bedahnya disana, maka dia yang akan melakukanya.”kalau begitu lakukan dengan cepat” kata Mo Yeon.
Kim Tan segera meminta jarum jahit 14 dan menusuknya keperut pasien. Saat jarumnya ditarik, tiba – tiba “Crooot….” darah muncrat keluar dan mengenai Mo Yeon.[baru kali ini aku melihat situasi operasi yang seperti mal praktek] “apa yang kau lakukan?28 french CTD.”
Tim Alpha dan Delta melanjutkan operasinya dan berhasil memasuki gedung dan terus berjaga. Namun salah satu tim Delta terkena booby trap. Tentara yang lain segera mengingatkan kalau ada yang telah terkena jebakan dan diminta turun. Pihak lawan mendengar itu dan melakukan tembakan. Di sisi lain tim Alpha juga bertempur saling tembak dan melemparkan granat ke musuh. Situasi sangat menegangkan diperlihatkan baik di ruang operasi penyelamatan pasien maupun operasi penyelamatan sandera.
Shin Ji berjalan maju sambil membunuh musuh dengan pistolnya, sedang Mo Yeon menyelamatkan pasien dan mengoprasi pasien dengan pisaunya
0 komentar:
Posting Komentar