Minggu, 13 Maret 2016

Sinopsis: Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode 82

Sinopsis
 
Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode 82
Mar 13th 2016, 14:15, by noreply@blogger.com (Bli Ketut)

Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode 82. Dokter berkata kalau Nur harus banyak istirahat supaya cepat sembuh. Yigit pun datang ke rumah sakit dan menanyakan ruangan Nur dimana. Sementara Nur masih terus memikirkan kejadian Yigit mencium Iclal dan memeluknya. Yigit pun menanyakan lagi ruangan Nur. Nur pun mendengar ada suara Yigit. Nur yang tadi pakai infus langsung mencabutnya dan pergi meninggalkan kamarnya. Yigit pun menghampiri ruangan Nur. Suster berkata kalau pasien tadi pergi. Yigit langsung pergi mengejar Nur. Yigit pun mengejarnya sementara Nur pergi dengan taksi.



Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode 82. Di malam harinya, Di rumah mereka, Yigit yang di dalam sendiri sedang menangis sambil mematikan lampu rumahnya dan memikirkan kebahagiaan kebersamaan mereka di rumah yang akan tiba tapi semua itu pudar dan sia-sia. Lalu Nur datang, Yigit pun langsung menghampiri Nur dan menanyakan keadaan Nur. Yigit mengatakan Nur apa kamu baik-baik saja? Nur mengatakan jangan dekati aku! berhenti untuk dekat denganku. Yigit mengatakan saya datang kesini hanya untuk melihat keadaanmu. Nur mengatakan aku juga datang kesini hanya untuk mengambil barangku dan biarkan aku mengajukan satu pertanyaan kepadamu.

Nur pun menanyakan pada Yigit sambil menangis. Nur mengatakan mengapa?, mengapa kamu melakukannya? bagaimana kamu bisa menyentuhnya? bagaimana kamu bisa menyentuh yang lain selain dari padaku?

Iclal yang dikamarnya nampak cemas kalau Yigit tetap tidak kembali. Lalu ada Firat masuk ke kamar Iclal. Iclal mengatakan apa yang kau lakukan? Firat mengatakan aku ingin bicara padamu Iclal.

Sementara Nur yang masih bersama dengan Yigit. Yigit mengatakan saya tidak ada jawaban yang bisa menjawab pertanyaan kamu ini. Demi allah, saya tidak tahu bagaimana saya bisa melakukan menyentuh wanita itu kecuali dirimu. Tidak Nur, saya tidak mengingatnya Nur. Malam itu, saya mengingat memiliki kesenjangan besar (pusing) dalam kepalaku, seolah-olah saya tidak dalam kesadaran yang jelas, saya tidak tahu, percayalah pada saya, saya tidak ingat apapun.

Nur yang hanya bisa menangis mendengarkan Yigit. Yigit mengatakan saya bahkan tidak punya satu pertanyaan, dan jawaban yang saya bisa katakan kepadamu bahkan diri saya sendiri. Yigit mengatakan Nur. Apa saya pernah tidak jawab setiap pertanyaan darimu, itu sudah berkali-kali tapi sekarang saya tidak tahu untuk jawaban ini.

Yigit mengatakan Nur, saya benar-benar tidak tahu bagaimana saya melakukan ini terhadap hubungan kita. Yigit pun meneteskan air matanya. Nur mengatakan kamu yang mengingkari hubungan kita. Kamu sendiri yang mengingkari. Sejauh ini tidak bisa ada yang mengingkari kita. Tetapi kamu, kamu yang membunuh hubungan kita.

Yigit pun yang bisa menangis dan diam mendengar Nur bicara aja. Nur mengatakan sekarang biarkanlah aku pergi. Aku akan melupakan hal ini. Nur pun pergi ke atas ke kamarnya untuk mengambil barangnya. Yigitpun mengejarnya.

Di kamar, Nur yang lagi mengepakin barang pakaiannya , Yigit yang hanya bisa melihatnya aja terlihat sedih. Yigit mengatakan jangan Nur. Nur tetap menghiraukan Yigit dan tetep mengemaskan barang bawaannya.

Yigit mengatakan jangan pergi Nur, jangan pergi dari sini. jangan pergi Nur. biarkan saya yang pergi dari rumah ini aja. tapi jangan kamu.

Nur pun membawa kopernya dan pergi ke bawah. Yigit mengatakan Nur jangan pergi dari rumah kita. Nur pun membalikkan badannya dan mengatakan pada Yigit. Nur mengatakan ini bukan rumah lagi Yigit . lihatlah ini sudah menjadi puing-puing reruntuhan. Nur pun langsung menangis.

Yigit mengatakan saya mohon. Nur mengatakan apa kamu tahu mengapa aku melakukan ini ini? Aku melakukan ini karena aku ingin pergi dan tidak ingin mengingat lagi semua kenangan kenangan kita dari awal.

Nur pun pergi melangkahkan kakinya keluar rumah dengan keadaannya yang masih sakit dan Yigit yang hanya bisa melihatnya saja dan tidak bisa berbuat apapun.

Firat meminta Iclal agar memahami dirinya Firat mengatakan untuk tidak setuju dengan perjanjiannnya. Iclal takut kalau ada orang melihat dan mendengarkan pembicaraan ini dan meminta agar Firat membicarakan hal ini ditempat lain aja . Iclal pun menyuruh Firat untuk membicarakan hal ini lagi nanti dan meninggalkan kamarnya.

Ny.Aytul yang melihat Firat baru keluar dari kamar Iclal. Ny.Aytul pun masuk ke kamar Iclal. Ny.Aytul menanyakan tentang Firat mengapa masuk ke kamar. Tapi Iclal menjawab dengan jawaban yang ia buat.

Elmas yang di hotelnya mendapat pesan dari Cahit kalau dia akan datang jam 10 kesana, lalu ada Nur datang. Elmas terkejut dengan keadaan Nur yang sakit dan menangis sedih sambil membawa barang kopernya. Elmas pun menanyakan keadaan Nur, tapi Nur terus menangis.

Yigit yang di dalam mobil ingin menuju ke rumahnya Kozan, dia terlihat sedih dan memikirkan perkataan perpisahan Nur. Yigit pun tiba diperkebunan dan mengingat kejadiaan di saat awal dia ingin berangkat pergi bersama Nur untuk memulai hidup barunya. Yigit pun menghampiri Hafizeh dan menanyakan keadaan Nur.

Iclal dan Ny.Aytul yang membicarakan di ruang tamu berbicara mengenai program dokternya. Di saat mereka bicara ada Yigit yang mendengarnya. Yigit pun datang dan mengatakan selamat malam. Aytul pun mengatakan selamat kepada Yigit kalau Yigit akan punya anak lagi. Yigit yang mengatakan kalau dia tidak percaya dan ingin membawa Iclal nanti ke rumah sakit. Di saat Yigit ingin pergi, Iclal menanggapi apa mungkin kalau dia punya anak memiliki tanpa ayah dan balik ke Nur.

Cahitpun bertemu dengan Yigit, Cahit mengatakan kalau dia akan bertemu dokter besok jam 10 . Cahit yang melihat Yigit terlihat sangat sedih merekapun pergi ke gradina untuk membicarakan masalah ini berdua.

Elmas mendapat telepon dari Hafizeh dan menanyakan kalau Nur terus-terusan menangis. Hafizeh mengatakan kalau mereka berdua harus saling suport dan Yigit akan melakukan yang dia lakukan nanti.

Yigit pun mengatakan pada Cahit kalau dia melihat rasa sakit di matanya, bagaimana Yigit mengatakannya kalau ini sudah selesai. Cahit mengatakan bahwa apakah atau tidak ia berjalan dia akan menjadi ayah lagi dan menyadari bahwa akan sangat sulit dan tidak pernah berpikir dia akan mengatakan sesuatu tapi akhirnya ia akan lagi ayah. Yigit mengatakan kalau dia akan bertemu dokter besok untuk meyakinkan bahwa mungkin itu salah.

Cahit pun juga menceritakan hal yang sama untuk pergi ke dokter dengan Elmas. Yigit pun melanjutkan pembicaraannya Yigit berbicara tentang kesalahan terbesar yang tidak ingin mengingatnya dan tidak akan pernah bisa mampu menyerah seperti ini hanya akan berarti kehilangan hatinya. Ketika itu Hafizeh melihat Yigit yang ingin pergi, lalu Hafizeh menghampirinya dan memberitahu kalau Nur tinggal di hotel dengan Elmas. Yigit pun menanggapi kalau dia ttidak pergi ke sana malam ini. Elmas pun memberitahu Nur sepertinya dia curiga karena ia melihat sesuatu itu mengambil obat-obatan Iclal.

Elmas mengatehui kalau obat-obatan itu untuk membuat kehamilan lebih cepat, Elmas bingung kenapa Iclal menginginkan Hamil terburu-buru, tapi Nur yang masih sedih mengatakan bahwa tidak peduli apa-apa dan tidak ingin untuk berpikir tentang apa pun.

Yigit yang pergi ke rumah satunya lagi yang untuk bersama Nur, Yigit terus bersedih karena rumah untuk dipakai bersama Nur sudah tidak mungkin lagi. Yigit pun pergi ke kamarnya, kamar itu untuk ditempatkan mereka berdua bersama Nur. Yigit pun meraih bantal untuk memeluknya menemani tidurnya.

Sementara Nur yang di hotel sudah mulai sedikit agak baikan dan melupakan kesedihannya. Pagi harinya Nur yang ingin pergi, lalu ada Yigit yang sudah berada di depan pintu hotel. Nur marah dan meminta Yigit untuk meninggalkannya. Yigit mengatakan bahwa Nur tidak dapat menyembunyikan selamanya dan untuk meminta memaafkannya. Meminta apa yang mencoba untuk melakukan jika tidak untuk lilin pengampunan, mengapa repot-repot, apa yang diinginkan dari itu, masih tidak bisa mengatakan berapa banyak ia membencinya, Yigit tetap tidak peduli, tapi Nur menanggapi dia juga tidak peeduli dan tetap membenci Yigit.

Yigit mengatakan Nur, saya menyadari kalau saya melakukan kesalahan? Saya bahkan tidak bisa memberitahumu untuk bagaimana memaafkan saya. Nur mengatakan Tapi kamu masih dapat muncul di depanku, bagaimana kamu bisa menemukanku tanpa rasa malu? kamu menyadari kesalahan dan meminta agar saya memaafkanmu? mengapa kamu tetap datang kemari. Mengapa kamu tidak melepaskan saya pergi, apa belum cukup menyakiti saya? apa anda belum cukup jelas yang aku berkata? kamu belum jelas yang aku katakan kalau aku sangat membencimu. apa kamu kurang jelas dan ingin saya mengatakan sekali lagi? kalau aku sudah muak denganmu.

Yigit mengatakan seberapa benci dirimu pada saya, saya tidak peduli. Nur mengatakan sudah cukup. Nur pun pergi meninggalkan Yigit, Yigit tetap mengejarnya dan menjelaskan semuanya di saat Nur di depan lift. Yigit mengatakan untuk masalah ini saya sangat bersalah Nur. Saya tidak tahu jelas yang terjadi pada malam itu. Percayalah, saya tidak tahu. Tapi satu hal yang saya tahu. saya di saat malam bersamanya masih tersadar di luar, itu kesalahan yang tidak pernah saya lakukan saya sangat bersalah Nur. Malam itu tidak akan terjadi bila saya tidak bersamanya. Mohon percayalah, saya tidak tahu apapun Nur. Saya bersumpah, saya tidak tahu dan saya tidak ingat. Kita tidak melakukan hal itu.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 komentar:

Posting Komentar