Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 59. Di rumah Attahan, Hulya dan Fulya berbincang kemudian mereka bergabung dengan Ny Aise di ruang tamu. Setelah itu, Beyza datang membawakan minuman. Ny Aise marah-marah karena Beyza tidak becus, kopi yang ia suguhkan tumpah sedikit dan ia menyuruh Beyza menggantinya. Lalu Beyza kembali ke dapur dan Ny Aise menyusulnya, ia pun menjelaskan bagaimana harusnya kopi cream disajikan. Terlihat sekali bagaimana ia merendahkan para pembantu.
Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 59. Kemudian Arda selesai mandi, saat membuka pintu pembantu Ny Ase masuk membawa tisu dan menabrak Arda. Tisu pun jatuh berantakan. Arda sepertinya tertarik dengan pembantu Ny Aise tersebut. Arda malah memegang-megang dagu pembantu tersebut.
Kemudian malam itu Bahar memikirkan Ates, begitu juga Ates memikirkan Bahar di taman. Sementara Efsun di kamar memegang-megang perutnya, ia senang karena ia mengira dirinya hamil.
Paginya Bahar berangkat ke kampus, ia sempat dimarahi oleh Nuran. Kemudian Nuran mendapat telpon dari Efsun.
Kemudian, Necati ke rumah Sakine, ia sempat melihat Bahar. Bel berbunyi dan Cecil yang membukakan pintu. Sakine kaget terbatuk saat Necati masuk. Cecil pun bertanya-tanya lalu Sakine menyuruh Cecil pergi. Kemudian Necati mengamcam Sakine dan pergi. Sakine segera datang ke rumah Nuran dan bilang Necati datang lagi.
Di kampus, Bahar bertemu Ates, mereka berjalan bersama. Lagi-lagi Bahar membelai rambut Ates. Kemudian mereka masuk ke ruangan kelas. Efsun sudah ada di dalam bersiap mengikuti kelas. Dan kelas dimulai, Ates mulai menjelaskan lalu Efsun berdiri dan bertanya sesuatu tentang pelajaran namun ia tiba-tiba pusing dan ijin keluar.
Setelah kampus selesai, Bahar dan Ates ke kantin kampus. Saat itu Bahar melihat Hasret dan memanggilnya. Hasret pun duduk menemui Bahar dan Bahar mengenalkan Ates. Kemudian Ates pergi. Hasret sedikit tersenyum gurau menggoda Bahar. Lalu Efsun menelepon Hasret. Efsun saat itu lagi janjian dengan Nuran (nuran menceritakan tentang ancaman Necati pada Sakine). Bahar dan Hasret pun meneruskan pembicaraan, Bahar memberikan anting buatannya pada Hasret. Kemudian hasret pun ijin pamit. Mereka berpelukan, sepertinya Hasret merasakan nyaman bersama Bahar.
Lalu di kantor Attahan diadakan rapat besar mengundang pers. Ada ates, Arda, Mehmet, dan Medic juga. Mehmet mengatakan kepada wartawan soal proyek losmen yang tidak membuat Arda dan Hulya senang. Para pemegang saham itu pun mulai saling ancam. Kemudian Arda dan Hulya menemui Mehmet. Mereka marah-marah pada Mehmet dan saat itu Ates dan Medic juga akan menemui Mehmet dan mendengar pembicaraan mereka.
Hasret ke tempat penjahit, ia menyetor pekerjaan sulam lagi. Ternyata ada bibinya. Bibinya yang tinggal bersama Hasret juga bekerja disitu. Selain itu bos penjahit sangat senang dengan pekerjaan Hasret.
Kemudian Mehmet dan Hulya menjenguk ibunya di panti khusus. Dokter datang, kemudian Hulya dan Mehmet ikut dengan dokter. Mereka diberi tahu perkembangan terakhir dari kondisi sang ibu dan sepertinya bukan kabar baik, mata Hulya sampai meneteskan air mata.
Sisi lain Fulya sedang mencoba baju-bajunya bersama dengan ibunya kemudian ia mendapat kabar dari pembantu Ny Aise bahwa Ny Edibe sudah dibawa pulang kembali. Lalu Fulya dan Ny Aise turun menyambut kepulangan Ny Edibe.
Sementara itu Bahar dan Ates pergi ke suatu tempat, di pinggiran kota. Rupanya Ates membeli rumah baru disitu dan mengajak Bahar masuk. Rumah itu khusus untuk mereka berdua. Mereka membayangkan jika mereka nanti sudah menikah, bahkan punya bayi. Ates dan Bahar sangat bahagia sekali menggendong bayi yang imut bergantian. Lalu setelah itu mereka makan di balkon belakang. Indah sekali tempatnya, berlatar sungai aura pedesaan. Bahar berterima kasih pada Ates.
0 komentar:
Posting Komentar