Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode 83. Nur yang terus tutup kuping mendengarkan yigit berbicara. Yigit mengatakan jika kamu memiliki sedikit pun keraguan bahwa saya melakukannya dengan sengaja dan sadar, pergila dan tinggal sendiri, tapi jangan pernah untuk mengukum saya untuk tidak bisa melihat wajahmu dan cinta saya terhadapmu tidak pernah berakhir. Itu akan berlangsung seumur hidup. sepanjang hidup saya. Saya bakal terus menyalahkan hidup saya karena kesalahan yang saya buat dan saya akan terus mengingatnya dan tidak pernah, tidak perna akan lupa untuk apa yang kita lakukan satu sama lain terhadap aku dan kamu. Nur menjawabnya kalau yigit akan memiliki anak lagi. Nur pun masuk ke dalam lift.
Selengkapnya : Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode Lengkap - Terakhir
Sinopsis Antara Nur dan Dia Season 2 Episode 83. Yigit pun di depan lift berkata pada nur. Yigit mengatakan aku tidak akan menyerah terhadapmu, kamu mengerti? aku tidak akan menyerah. Jika dalam hatimu setidaknya masih memiliki harapan. Kamu tahu itu dan jangan menyerah untuk kita. Liftnya pun tertutup, yigit tetap mengatakan sesuatu di luar lift. Yigit mengatakan jangan pernah menyerah dan akhiri hubungan kita Nur. Nur pun di dalam lift yang hanya bisa menangis.
Sementara itu, Nur yg ingin pergi kepengecara untuk memutuskan langkah bercerainya, tapi nur memeliki beberapa keraguan dengan perkataan yigit yg tadi. Nur pun mendapat telepon dari Hafizeh. Hafizeh yg bersama iclal didapur mengatakan sesuatu. Hafizeh pun mengatakan ditelepon bahwa iclal kasihan memiliki anak dan sedang hamil.
Iclal pun pergi yang ingin ke rumah sakit juga. Elmas bersama cahit di rumah sakit, Sementara nazan yg menelpon dokter yg dulu bertemu dengan cahit, untuk mengatakan memalsukan test DNA tersebut.
Nur pun bertemu dengan pengacara, jadi nur tidak segan untuk mempercepat perceraiannya.
Elmas pun diperiksa kandungannya oleh dokternya. Sementara yigit dan iclal juga memerika kandungannya. Mereka berdua pun bertemu dirumah sakit yg sama. Yigit mengatakan kalau dia cuma perhatian pada bayinya aja. Lalu Elmas menanyakan kenapa iclal begitu cepat menkonsumsi obat-obatan agar kehamilannya cepat. Iclal pun tidak mau menanggapi hal itu. Elmas dan cahitpun pergi.
Yigit penasaran bertanya tentang apa obat datang dan meminta Iclal nya benar-benar memberitahu ketika ia mengetahui bahwa dia hamil, mengapa tidak mengatakan saat dia belajar dan apa tujuannya. iclal merasa terganggu yang menempatkan pertanyaan seperti itu, tetapi akhirnya mengatakan bahwa dia belajar seminggu sebelumnya dan merasa bingung karena suaminya bersama dengan wanita lain jadi iclal tidak mau mempermasalahkan masalah ini. Iclal pun pergi meninggalkan yigit.
Nur tiba di hotel dan ada karem. Karem menanyakan apa yg terjadi. Bagaimana mengatakan bahwa ia melihat apa-apa yang dianggapnya akan melakukan dengan baik jika mereka berbicara tetapi hanya percaya bahwa tidak ada yang mengatakan. Nurpun menanyakan bagaimana karem mengetahui. Karem menjawab kalau dia tahu dari firat. Nur mengatakan kalau karem tidak usah khawatirkan dirinya kalau nur tinggal jugab bersama elmas dihotel.
Saat nur mau pergi. Karem memegang tangan nur dan mengatakan kalau karem menerima nur kapan saja untuk bekerja. Di saat itu ada yigit datang, Yigit pun menanggapi karem kenapa dia menganggu dengan wanita yg sudah dinikahinya, Nur pun mengatakan pada yigit kalau nur akan mengakhirinya. Yigit pun menanyakan "apa yang kau katakan?". Nur pun pergi begitu saja. Sementara Karem juga pergi, Yigit yang hanya terdiam dan bingung yang diucapkan nur itu.
Malam harinya nur bersama elmas di hotel. Elmas meledeki kalau nur kozan akan berakhir dan elmas kozan akan kembali. Elmas memimpi-mimpikan bagaimana dia akan tinggal di rumah itu dan menjadi elmas kozan.
Iclal yang di kamar menemui Hafizeh untuk memanfaatkannya dan akan mengatakan pada nur supaya mempercepat peceraiannya.
Keesokan harinya, Yigit yg di rumahnya yg dulu, yigit mendapat kiriman surat untuk datang ke dalam perceraiannya, Yigit pun langsung bergegas untuk menemui Nur. Sementara nur yg di hotel bersama Elmas, Nur yg bersiap-siap ingin pergi ke tempat sidang perceraiannya. Saat nur ingin masuk taxi lalu ada yigit datang. Yigit mengatakan Nur. tunggu Nur. Tunggu..jangan lakukan ini. Nur mengatakan tinggalkan saya. Yigit mengatakan Nur kita harus bicara, kita tidak bisa sepert ini. Nur mengatakan bicaralah nanti dengan pengacara saya. saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan lagi. Yigit mengatakan anda tidak bisa seperti ini untuk menyelesaikannya. Nur mengatakan saya? saya yg membuat semua ini? Yigit mengatakan tidak, aku tidak ingin bercerai, aku tidak membiarkan kamu pergi. Nur mengatakan Sepertinya kamu tidak mengerti, kita sudah selesai yigit, sudah selesai. Nur pun ingin masuk kedalam taxi tapi yigit menahannya. Yigit mengatakan Nur. ini belum berakhir nur, jika kamu liat lebih dalam perasaanmu bahwa penuh kemarahan dan rasa sakit tapi kamu tidak bisa melakukan ini. Saya menyadari begitu banyak dosa diri saya terhadapmu, jika kamu memang bener melakukannya coba kau tatap dalam mata ini dan katakan kalau kamu ingin mengakhirinya.
Nur pun melihat ke wajah yigit dan berkata. Nur mengatakan Lihatlah aku, aku melihat matamu. dan aku mememberitahumu untuk mengakhiri semua ini. Nur pun mau pergi tapi yigit tetap menahannya. Yigit mengatakan nur, bukan sepert ini yang kau inginkan, bukan seperti ini. Nur mengatakan sudah berakhir, mengapa itu jadi begitu sulit bagimu? Saya ingin pergi dengan cara saya sendiri, kamu mengerti ? saya ingin pergi dengan jalan saya sendiri. Saya sudah tidak membutuhkan kamu lagi dalam hidup saya dan di sekitar saya atau dalam hati saya. saya tidak ingin kamu lagi. Nur pun ingin masuk ke taxi, yigit tetap menahannya.
Yigit mengatakan aku tidak percaya nur? kamu mengerti? dengar nur, berikan kepastian kalau kamu benar-benar tidak menginginkanku, aku akan meninggalkanmu kalau kesalahanku dimaafkan. tapi aku tidak percaya nur. apa yang akan kamu lakukan, kamu tidak bisa meyakinkan saya tentang hal itu. kamu tidak bisa meyakinkan saya bahwa kamu benar-benar ingin mengakhiri
Nur mengatakan baguslah, nanti kamu akan mempercayainya di pengadilan nanti. Yigit mengatakan Nur. apa pun yang Anda lakukan, tiidak dapat untuk meyakinkan saya dan membuat saya untuk pergi ke pengadilan didepan hakim sebelum saya mengatakan bahwa saya ingin bercerai darimu. Nur mengatakan kamu akan lihat nanti yigit. Nur pun masuk ke dalam mobil taxi. Nur pun di dalam mobil terpikir dengan perkataan yigit.
Elmas yang di rumah sakit bersama cahit sudah tidak sabar untuk menunggu hasilnya. Dokter pun mengasihkan surat testnya kepada cahit. ternyata negatif bukan anak dari cahit. Cahit merasa senang sementara Elmas yang cemas tidak percaya dengan hasilnya, mereka pun pergi keluar. Lalu dokter kembali menelpon Nazan kalau semua baik-baik saja. Di luar Elmas meminta penjelasan pada cahit. Awalnya elmas menyadari dia mendengar pembicaraan suster mengenai nazan lewat telpon. Tapi Cahit tak menghiraukannya dan pergi. Elmas pun mencoba kembali ke ruang dokternya dan marah-marah disana.
Hazal bersama firat di tempat kantornya dan memilih model yang cocok tapi tidak pas. Hazal pun pergi dan akan membicarakan hal ini lagi. Lalu ada Nur datang dan menemui firat. Nur bilang kalau dia ingin kembali bekerjanya lagi. Firat menanggapi kalau nur mungkin hanya balas dendam lagi pada yigit. Nur menanggapi kalau dia cuma hanya butuh pekerjaan aja untuk menjalankan hidupnya. Lalu ada karem muncul.
Yigit pun yg di dalam mobil mendapat telpon dari gurunya kalau mert di kelas bertingkah aneh. Yigit pun mencoba menyusul mert ke sekolahannya. Yigit pun menanyakan sesuatu pada Mert di kelasnya apa yg terjadi. Mert pun pergi dengan celana yang penuh ngompolnya dan meninggali yigit.
Elmas pun kembali menuju ke rumah kozan dan ingin menanyakan pada Nazan. Sementara Nazan yg sedang menelpon dengan dokternya, Dokternya mengatakan kalau Elmas menyadarinya dan tahu. Elmas pun teriak-teriak. Sampai-sampai Tayar yg di luar mendengarnya dan menyamperinya. Tayar terkaget mendengar kalau anaknya hamil. Tayar pun langsung terjatuh pingsan terkena serangan jantung kecil. Karem pun merasa senang dengan nur, karena nur telah kembali bekerja menjadi model padanya.
Sementara Yigit yg hanya bisa melihat papan benner iklan nur dijalan. Yigit pun keluar dari mobil dan berdiri di samping papan banner nur tsb sambil melihatinya. Sementara Tayar yg dilarikan ke rumah sakit. Dan yigit sampai malampun tetap menatap iklan benner tsb.
(1 minggu kemudian)
Nur yg di kantor persindangan dan ingin memulai perceraiannya. Lalu ada yigit datang dengan jas. Nur pun melihat yigit datang dan mungkin sudah menyadarinya. Yigit terlihat begitu sedih. Mereka berdiri berhadapan di ruang tunggu. Nur pun mengingat-ingat kejadian awal di saat yigit melamarnya dan menikahinya. Yigit pun juga sama memikirkan hal itu. Akhirnya persidangan mereka dimulai. Hakim menanyakan kepada nur dan nur menerima perceraiannya. Kemudian hakim menanyakan kembali pada yigit. Yigit sebelumnya melirik ke arah nur dulu. Lalu yigit berdiri dan menjawab "ya, saya menerimanya". Mereka pun sah telah bercerai.
0 komentar:
Posting Komentar