Rabu, 16 Maret 2016

Sinopsis: Sinopsis Efsun Dan Bahar Episode 62

Sinopsis
 
Sinopsis Efsun Dan Bahar Episode 62
Mar 16th 2016, 11:46, by noreply@blogger.com (Bli Ketut)

Tayang Kamis 17 Maret 2016

Sinopsis Efsun Dan Bahar Episode 62. Cerita dimulai ketika Bahar sedang membakar kenangannya bersama ates tepat di makam yusuf, lalu dia menangis, sesil datang dan terkejut melihat bahar, sesil menenagkannya dan memanggil nuran, nuran mengajak bahar ke kamarnya dan sesil pun pergi, nuran keluar dan menyiram api yang masih menyala, sesil tiba di rumahnya dan mengatakan keadaan bahar, sesil merasa iba begitu juga sakine, mereka pun sedikit berdebat. 




Sinopsis Efsun Dan Bahar Episode 62. Bahar termenung di kamarnya dan menangis, lalu ates menelponnya berkali-kali tapi tak diangkat, di lain tempat efsun datang ke rumah attahan dan memarahi beyza, lalu hulya datang dan mengatakan sesuatu ke efsun yang membuatnnya geram, efsun pun langsung berteriak memanggil ayah palsunya, mehmet mendengarnya dan efsun pun datang ke ruang kerjanya, efsun mengatakan apa yang terjadi di cafe tadi dengan ates, mehmet menenangkan efsun dan meyakini sesuatu, efsun keluar dan menelpon nuran di depan kamar adibe, edibe mendengarnya dan memecahkan gelas, efsun masuk dan memarahinya, lalu hulya datang dan memarahi efsun, efsun pun pergi.

Nuran sedang gelisah memikirkan sesuatu di depan rumah, lalu ates datang, nuran memarahi ates, ates mengatakan sesuatu yang membuat nuran luluh, lalu ates mencium tangan nuran dan memanggil nuran ibu, nuran pun memanggil bahar, bahar pun keluar dan terkejut, ates mengajak bahar keluar dan nuran mengizinkannya, mereka berjalan dan terhenti di tengah jalan, mereka pun berbincang, ates terus membelai rambut bahar mereka berpelukan, lalu bahar pergi, ates terus memanggil bahar, tapi bahar terus berjalan pulang.

Mehmet sedang menunggu ates, lalu ates datang mereka sedikit berdebat mengenai efsun.

Bahar keluar dari rumahnya menuju kampus, lalu nuran menyusulnya, mereka pun sedikit berdebat di luar, lalu bahar pergi meninggalkan nuran, anak kecil yang terus memperhatikan nuran marah-marah tersenyum lalu nuran marah dengannya, di perjalanan Bahar mendapatkan telepon dari hasret dan mengajaknya bertemu.

Mehmet dan efsun berbincang di kantor, mereka membicarakan ates, efsun terus ngomong lalu akhirnya efsun pergi.

Di losmen, bahar dan hasret sedang berbincang, hasret menjelaskan sesuatu ke bahar (sepertinya membujuk bahar agar bahar mengerti keadaannya tentang ates) lalu bahar menjelaskan dengan muka tegar, terpaksa hasret pun sedih melihat bahar. Kemudian bahar pun pamit, hasret terus memberi semangat ke bahar, saat bahat melangkahkan kakinya beberapa langkah, hasret memanggilnya dan berteriak mengatakan sesuatu, bahar terharu dan lari memeluk hasret, hasret memeluk bahar seperti anaknya sendiri dan hasret menciumi bahar, lalu bahar pamit pergi.

nuran dan ilyas sedang sarapan, mereka berbincang, efsun pun datang, ilyas membukakan pintu. Efsun menjelaskan perkataan ates di club, ilyas marah besar lalu pergi. Kemudian efsun dan nuran berbicara. Nuran mengatakan kedatangan ates yang mabuk dan menyebut-nyebut bahar, tanpa kata-kata efsun bergegas pergi. Bahar yang sedang berada di perpustakaan, didatangi efsun yang mengatakan sesuatu yang membuat bahar kesal, bahar berteriak berbicara ke efsun, semuanya terkejut, lalu efsun pergi dan berpapasan dengan onur.

Ilyas merenung di tepi pantai dan terus meminum minuman keras, lalu ilyas meluapkan emosinya dengan memecahkan botol minum itu, setelah itu ilyas bergegas ke rumah ates. Ilyas dalam keadaan mabuk menggedor pintu rumah ates, lalu datang mobil ates dan ates pun turun, ates menyapa ilyas dengan terkejut, ilyas langsung berbicara dengan ates dan memarahinya, ilyas hampir memukuli ates, tapi ilyas terjatuh karena mabuk, lalu ates membawa ilyas pulang. Saat ates akan pergi, ilyas menarik ates dan duduk disampng ilyas. Ilyas memohon agar ates menikahi efsun, ates hanya terdiam. Bahar kemudian datang dan duduk di sampng ilyas, ilyas mengatakan hal yang sama. Ates menatap bahar begitu juga sebaliknya, semua terdiam, ates pun hanya menjawab selamat malam lalu pergi, ilyas menyuruh bahar untuk meyakinkan ates lagi. Bahar bergegas mengejar ates. Bahar mengatakan kalau dia akan ke ankara bersama onur. Ates terkejut, bahar tetap akan pergi. Mereka pun berdebat. Nuran datang dan memanggil bahar, bahar pun masuk diikuti dengan nuran. Kemudian nuran memarahi bahar, bahar tak menghiraukan dan pergi ke kamarnya.

Di lain sisi, birsun sedang asik dengan headphone-nya dan tertawa sendiri lalu nuran menelponnya dan memberitahukan sesuatu, ia terkejut, dan kembali memakai headphonenya.

Cerita dilanjutkan saat Ates sedang menunggu seseorang di kampus dengan mobil hitamnya, lalu keluar onur, ates pun langsung menghampiri onur dan menanyakan masalah bahar akan pergi ke angkara. Mereka pun bertengkar, ates memukul onur, tapi onur tak membalasnya.

Mehmet tiba di depan rumahnya dengan mobilnya, keadaan sedang hujan deras, terlihat Fulya setia menunggu di depan rumah dengan tetesan air hujan. Mehmet terkejut melihatnya, lalu mehmet turun dan menghampiri fulya. Mehmet bertanya sesuatu fulya menjawabnya, fulya mengatakan sesuatu yang membuat mehmet luluh. Fulya terlihat kedinginan hanya memakai selendang, mehmet hanya diam, lalu membelai rambut fulya. Mehmet mencium fulya dan memeluknya dengan erat, mereka pun masuk sambil pelukan.

Bahar mengambil kotak kenangan masa kecilnya, dan kenangan bersama ates. Bahar menangis, sedangkan ates sedang mengendarai mobilnya dengan cepat dan emosi.

Di sisi lain, birsun sedang melihat-lihat gaun pengantin di kamarnya dengan sangat senang.

Cerita berlanjut saat Mehmet masih tertidur lelap, sedangkan fulya memperhatikannya dan mengusap-usap jenggotnya. Di tempat lain ates masih tertidur di rumahnya. Lalu seseorang mengetuk pintu, ates terbangun dan membukakan pintu, ates terkejut dengan kedatangan nuran, mereka pun masuk, nuran menaiki tangga dengan nafas terengah-engah. Mereka pun berbincang, nuran membujuk ates lagi, tapi ates mengatakan hanya bahar yang akan dinikahinya, nuran pun kesal lalu pergi.

Bahar yang sudah siap ingin pergi ke kampusnya, bertemu dengan ilyas dan bahar menyapa ilyas dan mereka pun berbincang, bahar mencium pipi ilyas dan pamit. Bahar pun keluar lalu nuran datang, bahar bertanya darimana nuran, nuran pun menjawab dari rumah ates dan mengatakan ates tidak ingin menikahi efsun, bahar pun terkejut lalu pergi.

Sesil sedang berjalan lalu melihat bahar, sesil memanggil-manggil bahar, tapi bahar tak menghiraukannya, lalu datang mobil biru menghampirinya sesil, terlihat necati dan menyapannya. Necati mengajak sesil bersamanya.

Bahar tiba di kampus dan bertemu onur, mereka pun jalan berdua. Lalu bahar memanggil ates, mereka pun berdebat, bahar memaksa ates agar menikahi efsun dengan sangat tegas, ates pasrah dan dengan kesal langsung menelpon efsun dan mengatakan akan bertanggung jawab.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 komentar:

Posting Komentar