Tayang Sabtu 12 Maret 2016
Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 58. Cerita diawali ketika Bahar sedang bersedih di kamarnya karena dimarahi Nuran. Untuk menghilangkan rasa sedihnya, Bahar memilih membaca buku dan menggambar kartun yang berpasangan menggambarkan dirinya dan Ates.
Di sisi lain, Efsun yang patah hati merobek fotonya saat berdua dengan Bahar. Kemudian foto Bahar ia sobek-sobek dan ia buang di lantai.
Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 58. Hari memasuki siang, Hasret biasa ke tempat ia pesan jahitan sulam. Ia bertemu dengan bosnya dan kemudian ia tahu bahwa Perusahaan Mehmet Emir Attahan akan menggusur gedung ini. Hasret pun mendatangi perusahaan mehmet.
Di kampus, Onur bertemu dengan Bahar di taman. Kali ini Onur tampak sengaja pergi, ungkin ia sudah melupakan Bahar karena memilih Ates. Bahar yang ingin terus bersahabat dengan Onur pun terdiam membisu.
Di Gilincik, Ilyas pulang. Ia melihat istrinya menangis di depan rumah. Nuran pun mengatakan bahwa emas itu sudah diambil Necati dan Necati masih hidup. Ilyas juga menjadi cemas.
Kemudian di kampus saat perkuliahan. Onur ditunjuk mengawasi ujian oleh sang profesor. Saat itu Bahar mendapat sms dari Ates berupa semangat dan puisi cinta. Lalu Onur menegur Bahar dan Bahar terteguk diam. Lalu selesai ujian Ates sudah menunggu Bahar di depan kampus dengan mobilnya. Namun saat akan pergi tiba-tiba, Efsun menghadap tepat di depan mobil Ates. Namun Ates tak menghiraukan. Ia memilih meninggalkan Efsun tanpa menyapanya.
Di kantor Mehmet, Hasret datang dan meminta penjelasan Mehmet tentang pembangunan hotel yang akan menggusur rakyat kecil. Hasret tidak menyangka ternyata Mehmet hanyalah orang yang gila uang namun tidak punya hati. Namun Mehmet pun berhasil meredakan kemarahan Hasret dan menjelaskan semuanya,.
Sisi lain Ates dan Bahar jalan-jalan, mereka sengaja tidak membicarakan Efsun. Mereka pun menyewa perahu kecil. Lalu Ates naik ke perahu dan disusul Bahar. Mereka menikmati hari itu di atas perahu sembari berpegangan tangan dan berpelukan. Namun ternyata Efsun tidak menyerah, ia terus membuntuti Bahar dan Ates.
Di sisi lain, Hasret yang emosinya reda pun pergi ke cafe bersama Ates. Mereka memesan makanan, dan Mehmet sangat senang, begitu juga Hasret. Lagi asik-asiknya berdua kemudian ada telepon di hp Hasret. Ternyata Fulya. Fulya sudah menurut dengan ibunya untuk memakai strategi menghadapi Hasret. Fulya mengajak Hasret makan malam bersama dan Hasret tidak bisa menolak. Ibu fulya tampak senang sekali karena Fulya bisa menggunakan akal daripada emosi.
Kembali ke Bahar yang naik perahu, ternyata perahu tersebut menuju kapal pesiar mewah di tengah laut. Bahar dan Ates pun dibantu pelayan untuk pindah ke kapal pesiar. Suasana saat itu sore hari, matahari sudah mulai tenggelam. Suasana yang indah ditambah Bahar membuatkan sesuatu yakni gambar kartun cinta kejutan buat Ates. Mereka kemudian saling berpelukan dan berciuman di atas kapal pesiar.
Sementara Efsun yang patah hati pun ke Gilincik menemui Cecil. Di tempat favorit mereka. Efsun pun bercerita tentang Bahar dan Ates yang menghianatinya. Efsun juga memberi kabar tentang kembalinya Asin.
Di kapal pesiar, Bahar tidur berbantal paha Ates dan menikmati menu makanan. Mereka kembali bermesraan, dan saling ciuman lagi. Bahar lalu mengambil teropong pemberian Ates dan mereka menikmati hari itu bersama dengan tenang. Mereka menikmati kebersamaan sampai malam sambil menikmati indahnya pemandangan laut turki.
Sisi lain Mehmet sudah pulang ke rumah. Fulya sudah menunggunya saat Mehmet baru saja masuk rumah. Fulya berpura-pura tegar di hadapan Mehmet.
Malam itu Bahar pulang. Sementara itu, Efsun dan Nuran sudah menunggunya. Efsun mengatakan semua pada Nuran dan membuat Bahar marah. Kemudian datanglah Ilyas. Efsun pun bilang pada ayahnya bahwa Bahar menjalin hubungan dengan Ates. Ayahnya pun kecewa mendengar hal itu, ia menanyai Bahar dan Bahar tidak bisa bohong pada ayahnya. Bahar mengatakan dengan jujur. Ayahnya pun sangat kecewa dengan Bahar. Ilyas memilih pergi dan Bahar mengejarnya menangis minta maaf pada ayahnya. Namun Ilyas tetap pergi dan Bahar menangis di depan rumah.
Sementara Efsun tampak senang melihat bahar bersedih di depan. Sedangkan Nuran hanya diam, Nuran sepertinya masih memikirkan emas yang hilang. Tak lama Efsun pun muntah-muntah di kamar mandi karena ia tidak enak badan. Namun Nuran mengira Efsun sedang hamil.
0 komentar:
Posting Komentar